EVOLUSI
D
I
S
U
S
U
N
Oleh :
Resa Oktaviana : 1211050206
Jurusan/Semester : Tadris
Matematika/I
Kelas : D
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) RADEN INTAN
LAMPUNG
2012 / 2013
PENGERTIAN EVOLUSI
Evolusi
adalah proses perubahan pada seluruh bentuk kehidupan dari satu generasi ke
generasi selanjutnya, secara bertahap
dalam waktu yang lama akibat seleksi alam pada variasi gen dalam suatu individu
spesies yang menghasilkan perkembangan spesies baru.
Pada setiap generasi, organisme mewarisi
sifat-sifat yang dimiliki oleh orang tuanya melalui gen. Perubahan (yang
disebut mutasi) pada gen ini akan menghasilkan sifat baru pada keturunan suatu
organisme. Pada populasi suatu organisme, beberapa sifat akan menjadi lebih
umum, manakala yang lainnya akan menghilang.
Sifat-sifat
yang membantu keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme akan lebih
berkemungkinan berakumulasi dalam suatu populasi daripada sifat-sifat yang
tidak menguntungkan. Proses ini disebut sebagai seleksi alam. Menghasilkan jumlah
keturunan yang lebih banyak daripada jumlah orang tua beserta keterwarisan
sifat-sifat ini merupakan fakta tambahan mengenai kehidupan yang mendukung
dasar-dasar ilmiah seleksi alam.
Segala makhluk hidup yang sekarang ditemukan adalah hasil
perkembangan berangsur-agsur pada masa silam. Di dunia ini bangyak sekali
beragam hewan dan tumbuh-tumbuhan yang diperkirakan ada dua juta spesies.
Keadaan tersebut mendorong para ahli biologi berusaha mengetahui penyebab
terjadinya keanekaragaman spesies tersebut.
Para ahli sudah mencoba mengemukakan pendapatnya tentang alam,
misalnya sebagai berikut:
1.
Erasmus Darwin,
dengan bukunya Zoomonia, yang intinya
menyatakan kehidupan itu berawal dari asal mula yang sama dan bahwa respon
fungsional akan diwariskan pada turunannya.
2.
Thomas Robert Malthus, dengan bukunya Essay on the
Principle of Population as it Affect the Future Improvemen of Man Kind,
yang intinya menyatakan tidak adanya keseimbangan antara penduduk dan bahan
makanan. Selanjutnya munculah kata-kata yang digunakan oleh Darwin yaitu
perjuangan hidup.
3.
Charles Leyl,
dalam bukunya Principle of Geologi,
menyatakan bahwa bumi mengalami perubahan terus-menerus yang mengilhami adanya
variasi pengaruh alam.
4.
George Cuvier
(1769-1832), menyatakan bahwa pada setiap masa diciptakan makhluk hidup yang
berbeda. Teori ini disebut juga katastropisme.
Setelah itu bermunculan pendapat dari para ahli biologi
lain. Para ahli biologi menyatakan bahwa makhluk hidup senantiasa mengalami
perubahan secara berangsur-angsur dalam waktu yang sangat lama.
Perubahan-perubahan itu mengakibatkan munculnya sifat-sifat baru, sifat-sifat
baru ini pada mulanya hanya menunjukkan penyimpangan sedikit saja dari
sifat-sifat yang dimiliki oleh moyangnya. Tetapi kemudian pada generasi
selanjutnya penyimpangan itu semakin banyak sehingga timbullah spesies baru.
• Teori Adaptasi
oleh Jean Baptiste de Lamarck
Lamarck melakukan pengamatan terhadap fenomena di alam.
Lamarck berpendapat bahwa perubahan yang
terjadi pada organ hewan disebabkan karena beradaptasi dengan perubahan di
alam. Lamarck menerangkan mekanisme perubahan tersebut dalam hukumnya yaitu
“digunakan dan tidak digunakan”. Artinya akibat ada perubahan lingkungan, maka
ada organ yang sering digunakan dan ada yang tidak. Organ yang sering digunakan
akan berkembang dengan baik, sedangkan yang tidak akan mengalami atrofi atgau
penyusutan. Lamarck memberikan contoh pada kasus ini pada leher yang panjang
pada jerapah.
PERBEDAAN EVOLUSI MENURUT
LAMARCK DAN DARWIN
|
LAMARCK
|
DARWIN
|
|
Moyang jerapah mungkin
berleher pendek
|
Panjang leher jerapah
bervariasi ada yang pendek dan ada yang panjang.
|
|
Jerapah-jerapah ini selalu
berusaha mencapai dedaunan yag tinggi sehingga lehernya sering kali
“tertarik” kearah memanjang.
|
Yang berleher pendek mati
hanya yang berleher panjang saja yang menghasilkan keturunan baru.
|
|
Akhirnya keturunan
berikutnya, leher jerapah lebih panjang dari moyangnya.
|
Hanya jerapah yang berleher
panjang sajalah yang mempunyai kelangsungan hidup.
|
|
Kesimpulan :
Perubahan yang terjadi pada makhluk hidup
disebabkan oleh pengaruh lingkungan.
|
Kesimpulan:
Evolusi terjadi karena adanya seleksi alam.
|
Perkembangan ilmu pengetahuan telah mengubah
kedudukan ajaran evolusi. Pada mulanya ajaran ini merupakan hipotesis saja,
tetapi setelah adanya penemuan-penemuan yang dapat membuktikan ajaran tersebut,
evolusi tidak dianggap lagi sebagai hipotesis.
• Evolusi Menurut Darwin
Pengatahuan evolusi telah berkembang menjadi suatu
cabang ilmu sendiri. Tokoh evolusi yang pertama yang pendapatnya tentang
evolusi diterima oleh dunia ilmu pengetahuan adalah Charles Robert Darwin.
Pendapat Darwin tentang evolusi
ditulis dalam karyanya yang berjudul On
the origin of species by means of natural selection (Terbentuknya species
baru karena adanya seleksi alam) diterbitkan tanggal 24 November 1859. Setelah
beliau mengadakan ekpedisi keliling dunia bersama Henslow dengan menggunaka
kapal HMS Beagle.
Dua teori pokok yang termaktub dalam buku tersebut
adalah:
1.
Bahwa spesies yang hidup sekarang ini berasal dari spesies yang hidup di
masa lalu.
2.
Bahwa evolusi terjadi melalui seleksi alam (alam mengadakan seleksi
terhadap individu-individu yang hidup di dalamnya. Hanya individu-individu yang
dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang dapat hidup terus, sedangkan
yang tidak dapat menyesuaikan diri akan musnah). Konsep ini di kenal dengan survival of the fitest.
• Sejarah Penelitian Charles Darwin
Charles Darwin lahir pada
tahun1805. Pada mulanya dia adalah mahasiswa kedokteran di Universitas
Cambridge, lalu pindah ke jurusan Biologi. Pada usia 22 tahun Darwin menjadi
naturalis yang kemudian melakukan ekpedisi dengan kapal HMS Beagle selama 5
tahun. Selama berlayar, Darwin mengumpulkan fosil dan batu-batuan. Ekspedisi
Darwin ke Kepulauan Galapagos, Darwin berangkat pada tanggal 27 Desember 1831
dari pelabuhan Plymouth (Inggris) dan tiba di kepulauan Galapagos (bahasa
Spanyol yang berarti kura-kura) pada akhir tahun 1835. Faunanya:
-
Kura-kura raksasa (beratnya ± 250 kg) umurnya sampai 250 tahun. Kedua
jenis kura-kura memiliki sedikit perbedaan morfologi yang disebabkan karena
perbedaan habitat.
-
Burung Finch, ada 14 species yang berbeda-beda bentuk tubuh dan ukuran
paruhnya. Perbedaan dari bentuk paruh disebabkan karena jenis makanannya yang
berbeda. Darwin yakin bahwa burung Finch tersebut berkerabat dekat. Menurut
Darwin ke 14 spesies tersebut berasal dari satu spesies burung Finch dari
Amerika Selatan yang berimigrasi ke Galapagos.
Ke 14 spesies tersebut dibagi
dalam 2 famili:
1.
Geozpizinae
2.
Camarhynchus
Perbedaan antara burung Finch
itunmerupakan masalah biologi, mungkin ada hubungan antara masalah biologi
dengan masalah geologi. Dari sini, pemikiran Darwin mengenai adanya variasi
mulai berkembang.
Darwin juga mempelajari flora
dan fauna di Amerika Selatan Pulau-pulau Galapagos. Tujuan pelayaran itu
sebenarnya untuk meneliti kelimpahan flora dan fauna di berbagai tempat.
Ajaran Darwin tentang evolusi didasarkan atas
pokok-pokok pemikiran berikut:
1.
Tidak ada dua individu yang sama.
2.
Setiap populasi cenderung untuk bertambah banyak. Hal ini mudah sekali
dipahami karena setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan berkembang biak.
3.
Untuk berkembang biak perlu adanya makanan dan ruangan yang cukup.
4.
Kenyataan menunjukkan bahwa bertambahnya populasi tidak berlangsung terus
menerus. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan
populasi bukan tak terbatas.
Darwin berpendapat bahwa setiap
individu harus berjuang untuk mendapatkan unsur-unsur yang diperlukan untung
kelangsungan hidupnya (strugle for life).
Sedangkan unsur-unsur tersebut harus diperoleh melalui suatu persaingan. Uraian
tentang evolusi yang berpijak pada teori Darwin tidak lepas dari
kenyataan-kenyataan berikut:
1.
Adanya variasi antar individu dalam satu keturunan.
2.
Adanya kecendrungan bertambah besarnya populasi.
3.
Adanya perjungan spesies untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
4.
Adanya kenyataan bahwa individu yang berbeda akan melahirkan keturunan
yang berbeda, dan hanya individu-individu yang mempunyai sifat-sifat yang
sesuai dengan lingkungannya saja yang dapat mempertahankan kelangsungan
hidupnya (adanya seleksi alam).
Darwin juga mengetahui
sebelumnya bahwa persilangan buatan dapat menghasilkan spesies baru misalnya
persilangan pada ayam jago.
Darwin menduga bahwa proses
yang sama dengan seleksi buatan ini juga terjadi di alam sehingga menghasilkan
spesies-spesies baru.
Fakta yang
menjadi dasar Teori Seleksi Alam Darwin
yang dikenal sebagai prinsip-prisip seleksi alam Darwin adalah :
1.
Fertilitas makhluk hidup yang tinggi
Oleh karena tingkat kesuburan
makhluk hidup yang tinggi, maka apabila tidak ada hambatan atas perkembangbiakan suatu spesies
dalam waktu yang singkat seluruh dunia tidak akan mampu menampungnya.
2. Jumlah individu secara keseluruhan
yang hampir tidak berubah
Sekalipun tingkat kesuburan tinggi
namun pada kenyataannya jumlah individu tidak melonjak tanpa terkendali.
Nampaknya ada faktor lain yang membatasi dan mengatur pertambahan jumlah
individu seuatu spesies di satu tempat. Faktor-faktor pembatas dan yang
mengatur jumlah individu itulah yang menyebabkan individu-individu yang berhasil
tetap hidup tidak banyak jumlahnya sekalipun banyak individu turunan yang
dihasilkan tetapi banyak juga yang mati.
3.
Perjuangan untuk hidup
Supaya dapat tetap hidup setiap
makhluk hidup harus “berjuang” baik secara aktif maupun pasif. Pada umumnya
perjuangan untuk hidup terjadi karena adanya Persaingan, baik antar individu
sespesies ataupun
yang berlainan spesies; Pemangsaan, termasuk juga parasitisme; Perjuangan
terhadap alam lingkungan yang tidak hidup seperti iklim, dsb.
4.
Keanekaragaman dan hereditas
Makhluk hidup baik tumbuhan maupun
hewan sangat beraneka ragam. Keanekaragaman tersebut antara lain berkenaan
dengan struktur, tingkah laku, maupun aktifitas. Keanekaragaman terlihat mulai
dari tingkat antarfilum/antar divisi, antarklas sampai dengan antar individu se spesies bahkan antar individu seketurunan. Tidak
sedikit ciri yang menyebabkan keaneragaman tersebut diturunkan kepada generasi keturunannya,
artinya dari generasi ke generasi selalu terdapat keanekaragaman bahkan karena
berbagai sebab keanekaragaman tersebut bertambah luas. Adanya keanekaragaman
itulah yang menyebabkan keberhasilan “perjuangan untuk hidup” tidak sama antar
satu individu dengan individu lainnya.
5.
Seleksi alam
Kenyataan terdapatnya keberhasilan “perjuangan untuk hidup”
yang tidak sama antar individu disebabkan ada individu yang lebih sesuai karena
memiliki ciri-ciri yang lebih sesuai dari yang lainnya. Individu yang lebih
sesuai inilah yang lebih berhasil dalam “perjuangan untuk hidup”. Individu yang
lebih berhasil inilah yang mempunyai peluang lebih besar untuk melanjutkan
keturunan dan sekaligus mewariskan ciri-cirinya pada generasi turunannya.
Sebaliknya individu yang kurang berhasil lama kelamaan akan tersisih dari
generasi ke generasi.
6. Lingkungan yang terus berubah
Dalam situasi lingkungan yang terus
mengalami perubahan, makhluk hidup harus terus menerus mengadakan penyesuaian
melalui “perjuangan untuk hidup” yang tiada hentinya.Artinya peristiwa seleksi
alam berlangsung tiada hentinya dan sebagai akibatnya pada generasi tertentu
akan muncul individu yang memiliki ciri-ciri yang semakin adaptif serta
spesifik bagi situasi lingkungan yang melingkupi.
Makna utama wawasan Darwin dalam teori ini adalah peristiwa
seleksi alam adalah sebab utama terjadinya evolusi.
a. Darwin Mengadakan Studi tentang Geologi
Buku Geologi yang di baca
Darwin adalah Principle of Geology yang
di karang oleh Charles Lyell. Menurut pendapat Lyell adalah bahwa batuan bumi
selalu mengalami perubahan. Kesimpulan Darwin:
-
Deretan fosil-fosil di batuan muda berbeda jika dibandingkan dengan fosil
dari batuan yang lebih tua.
-
Perbedaan ini disebabkan oleh perubahan perlahan-lahan.
b. Darwin Mengadakan Studi Tentang Ekonomi
Buku ekonomi yang di baca
Darwin adalan An Easy on the Principle of
Population, yang ditulis oleh Thomas Robert Maltus. Menurut Maltus terdapat
kecenderungan kenaikan jumlah penduduk yang lebih cepat dari pada kenaikan
produksi makanan, sehingga timbul masalah terhadap bahaya kelaparan.
c. Teori Evolusi yang sepadan dengan Teori Darwin (Hipotesis Darwin)
Alfred Russel Wallace
(1823-1913) seorag naturalis kenamaan dari Inggris, juga mengembangkan teori
evolusi yang serupa dengan teori evolusi Darwin, tetapi Darwinlah yang diakui
sebagai pencetus teori evolusi, karena seluruh gagasan evolusinya dimuat dalam
karangan yang berjudul On the Origin of
the Species by Means of Natural Selection
dengan data-data dan argumentasi yang mendukung hipotesisnya.
d. Teori Evolusi Darwin dan Genetika
August Weismann membuat
eksperimen dengan memotong ekor setiap generasi tikus sampai dengan generasi ke
20. Ternyata semua tikus-tikus dari generasi ke 21 tetap mempunyai ekor. Kesimpulan
Weismann:
-
Evolusi menyangkut masalah bagaimana diwariskannya gen-gen melalui
sel-sel gamet.
-
Peristiwa evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetik.
• Macam-macam
Seleksi Alam
Di alam ini terjadi 3 macam
seleksi, yaitu seleksi terarah, seleksi stabilisasi, dan seleksi disruktif.
1. Seleksi terarah
-
Jika kondisi lingkungan berubah, terjadi tekanan seleksi pada usatu jenis
yang menyebabkan spesies tersebut beradaptasi pada kondisi baru. Di dalam
populasi, akan ada range (rentang) individu yang berdasarkan dengan salah satu
karakter.
2. Seleksi stabilisasi
-
Seleksi ini terjadi pada semua populasi dan cenderung memperkecil
keekstrima(penonjolan) di dalam kelompok. Dalam hal ini, hal tersebut
mengurangi kemampuan menghasilkan variasi dalam suatu populasi, dengan demikian
mengurangi pula kesempati mengalami perubahan evolusi.
3. Seleksi disruktif
-
Meskipun jenis seleksi ini kurang umum, namun bentuk seleksi inipenting
dalam pencapaian perubahan evolusi. Seleksi disruktif dapat terjadi jika
faktor-faktor lingkungan mengambil sejumlah bentuk yang terpisah.
• BUKTI-BUKTI EVOLUSI
Jika evolusi nyata, maka jenis-jenis makhluk hidup
benar-benar hasil perkembangan sejak masa lampau, maka harus ada
bukti-buktinya. Bukti-buktinya berupa fosil, homologi, dan embriologi
perbandingan.
1. Fosil
Fosil merupakan bukti adanya kehidupan di masa
lampau, demikia pendapat Leonardo Da Vinci ilmuan Italia, pada tahun 1452-1519.
Fosil berasal dari kata fodere yang
berarti menggali. Fosil adalah sisa-sisa hewan atau tumbuha dari zaman purba
yang telah membatu (jejak-jejak yang tersimpan dalam batuan). Proses pembatuan
ini terjadi karena bahan organik secara bertahap di gantikan oleh
bermacam-macam mineral.
a.
Fosil Archaeopteryxs
b.
Fosil lalat pada batu amber
c.
Fosil paku purba
d.
Fosil jejak dinosaurus
Fosil yang lain adalah segala jejak, misalnya sebatang
daun yang jatuh ke tanah lembek, lantas tertutup oleh lapisan lain kemudian
dasarnya membatu, lalu zat organik terlarut oleh air dan tinggal jejak
(cetakan) dari bentuknya saja. Seandainya rongga jejak ini diisi dengan mineral
lagi maka terdapat semacam penulangan.
Penemuan fosil hanya secara
kebetulan saja, dan jarang sekali di temuka fosil yang utuh keseluruhannya. Hal
demikian mudah kita pahami karena banyak faktor yang menyebabka hancurnya tubuh
organisme yang telah mati, misalnya karena berikut ini:
1.
Proses lipatan batuan bumi.
2.
Pengaruh angin.
3.
Air.
4.
Bakteri pengurai.
5.
Hewan pemakan bangkai.
Ilmu yang mempelajari tentag
fosil adalah Paleontologi (Palaeos = tua). Meurut kajian ilmu bumi, kulit bumi
memiliki struktur berlapis-lapis dan pada setiap lapisan kulit bumi mempunyai
umur yang berbeda-beda. Pada umumnya lapisan batuan-batuan bumi yang lebih tua
letaknya lebih dalam dari pada lapisan bumi yang lenih muda, tetapi karena
pengaruh endogen dan eksogen memungkinkan terjai susunan yang sebaliknya.
Dari berbagai lapisan batuan
tersebut secara kebetulan ditemukan adanya fosil yang menunjukkan adanya
perubahan struktur tubuh secara berangsur-angsur.
Dengan membandingkan struktur
tubuh hewan yang menjadi fosil dengan hewan yang sekarang, dapat di ambil
kesimpulan keadaan lingkungan pada masa lampau berbeda dengan masa sekarang,
Adanya fosil juga menunjukkan kemiripan dengan organisme yang ada sekarang ini.
1.
Fosil Trilobita mirip dengan kepiting tapal kuda
2.
Fosil Mastodon mirip dengan gajah.
3.
Fosil Archaeoptheryx mirip dengan burung
Jadi, fosil-fosil yang
ditemukan pada setiap lapisan batuan bumi menggambarkan catatan sejarah
perkembangan makhluk hidup yang dapat menjadi petunjuk tentang adanya evolusi.
Sebagai contoh fosil yang paling dikenal tentang adanya perubahan-perubahan
bentuk dari masa ke masa adalah fosil kuda, hal ini disebabkan karena
fosil-fosilnya ditemuksn secara lengkap pada setiap zaman geologi.
a.
Penemuan Fosil
Kuda
Hasil rekonstruksi penemuan
fosil kuda oleh Marsh dan Osborn pada evolusi kuda sangat baik
dan jelas sekali arah umum perkembangannya. Perubahan yang terjadi dari
Eohippus hingga Eqqus adalah sebagai berikut.
Pada zaman Eosin, genus yang tertua adalah Hyracotherium
(hyrax = tikus dan therion = binatang), yang hidup di Amerika Serikat dan
Eropa. Yang dari Amerika dibedakan sebagai Eohippus
(Eos = bintang kejora dan hippus = kuda).
Ciri-ciri Hyracotherium adalah berikut ini:
1.
Tubuh sebesar rubah.
2.
Kaki depan berjari 4, kaki belakang berjari 3.
3.
Molar (geraham) bermahkota rendah tanpa gerigi.
Kemudian fosil selanjutnya
adalah Mesohippus, yang diperkirakan
berasal dari zaman Oligosen. Ciri-ciri Mesohippus
adalah berikut ini:
1.
Jari ke 4 pada kaki depan hilang (berjari tiga).
2.
Ukuran badan bertambah.
3.
Gigi geraham depan menyerupai geraham belakang.
Pada zaman Miosen, genus kuda berjari tiga ini bertambah banyak di Amerika
Utara dan Eurasia. Setelah Mesohippus,
adalah Meryhippus yang berasal dari
zaman Miosen. Cirinya-cirinya adalah sebagai berikut:
1.
Kedua tungkainya bertaut menjadi satu.
2.
Mahkota geraham sudah agak tinggi dan bergerigi. Hal itu disebabkan
karena gigi sudah menyesuaikan diri untuk makan rumput.
3.
Ukuran tubuh bertambah.
Setelah itu, ditemukan juga
fosil Pliohippus yang diperkirakan
berasal zaman Pliosen. Ciri-ciri kuda ini adalah berikut ini:
1.
Ukuran tubuh bertambah besar.
2.
Jari hanya satu dan membesar.
3.
Mahkota geraham lebih tinggi dan gerigi makin kompleks.
|
No
|
Tubuh
|
Perubahan-perubahan
|
|
1
|
Ukuran tubuh
|
Sebesar anjing herder sampai
kuda sekarang.
|
|
2
|
Kepala
|
Semakin besar, jarak ujung
mulut dengan ujung mata menjadi panjang.
|
|
3
|
Leher
|
Tambah panjang, gerakan makin
lincah.
|
|
4
|
Geraham muka dan belakang
|
Bertambah besar, semakin
sesuai untuk mengunyah rerumputan.
|
|
5
|
Anggota tubuh
|
Bertambah panjang, lari
cepat, rotasi tubuh makin berkurang.
|
|
6
|
Jari-jari kaki
|
Pada mulanya berjumlah lima,
sekarang menjadi satu. Bentuk bertambah panjang ditutup kuku jari dan jari
kedua serta keempat masih terdapat sebagai organ sisa dan tidak berfungsi
lagi (rudi meter).
|
Perubahan utama yang terjadi
pada evolusi kuda ini disebabkan oleh perubahan pada lingkungan, misalnya:
1.
Perubahan pada jumlah jari dan membesarnya jari disebabkan karena menyesuaikan
diri pada tempat berpijaknya yang mulanya hutan berawa menjadi padang rumput.
2.
Perubahan geraham menjadi tinggi dan bergerigi disebabkan karena
menyesuaikan diri dengan jenis makanannya yang semulanya buah-buahan lunak
menjadi rumput yang mengandung silika.
3.
Leher berubah menjadi panjang dan gerakan makin lincah karena
menyesuaikan diri untuk memperluas jangkauan pandang terhadap predator di
padang rumput dan dapat menengok kesegala arah.
b.
Evolusi Fosil
Manusia
1. Australopithecus afarensis (Lucy)
Fosil ini ditemukan di Ethiopia
pada tahun 1974 oleh Johanson merupaka hominid berukuran kecil, cirinya sebagai
berikut:
1.
Tinggi kira-kira 3 kaki (1,5 m).
2.
Wajahnya mengarah kemuka, tulang tengkorak seperti kera, dan volume otak
kecil yaitu 450-500 cc.
3.
Gigi masih primitif dan memiliki 2 gigi taring yang panjang.
2. Australopithecus africanus
Ditemukan di Afrika Selatan tahun 1829 oleh Raymond
Dart. Ciri-cirinya:
1.
Ukuran tubuh agak kecil.
2.
Berjalan tegak.
3.
Tangan dan susunan gigi berbeda dengan manusia.
4.
Memakan tumbuha dan hewan.
3. Homo Habilis
Ditemukan di sejumlah daerah di
Afrika. Ciri-cirinya:
1.
Volume otak rata-rata 650 cc.
2.
Sudah dapat membuat peralatan dari batu untuk memotong dan menumbuk.
4. Homo Erectus
Ditemukan di Afrika, Asia, dan
Eropa. Homo erectus ini berasal dari Afrika yang kemudian ada yang berimigrasi
ke Eropa dan Asia. Hal ini disebabkan oleh suatu bukti ditemukan fosi homo
erectus di Afrika yang tertua yang berusia 1,5 dan 1,6 juta tahun, sedangkan
yang ditemukan di Asia dan Eropa berusia 200.000 tahun. Ciri-cirinya yaitu:
1.
Volume otak 850-1200 cc.
2.
Ukuran tubuh lebih tinggi dari homo habilis.
3.
Berjalan dengan dua kaki (bipedal).
4.
Berdiri tegak.
5.
Lubang mata dalam dan muka menonjol keluar.
6.
Sudah dapat membuat peralatan dari batu yang lebih maju.
7.
Sudah memakai baju, membuat api, embuat pondok ataupun hidup di goa.
5. Homo sapiens
Ditemukan di Lembah Neander
Jerman (termasuk dalam salah satu kelompok homo sapiens tertua. Ciri-cirinya:
1.
Bentuk tubuh pendek dan kuat.
2.
Volume otak sedikit lebih besar dari pada homo erectus.
3.
Wajahnya menonjol.
Manusia Neanderthal sudah mampu
membuat peralatan dengan sempurna dibanding homo erectus. Cara mencari maka
adalah dengan berburu. Mereka sudah memiliki hubungan sosial yang tinggi,
melakukan upacara ritual atau kepercayaan. Mayat orang yang meninggal akan
dibakar.
6. Homo sapiens modern
Diduga pernah hidup di Prancis
dan Spanyol, dan disebut manusia Cro-Magnon. Senjata dan peralatan manusia ini
lebih rumit dan kadang dibuat dari bahan selain batu. Misalnya, tulang, gading,
dan kayu. Mereka juga mulai mengembangkan seni terbukti denga ditemukannya
lukisan-lukisan di gua, seni patung, dan seni pahat.
2. Homologi
Homologi adalah alat/organ
tubuh yang asal filogenetiknya serta struktur dalamnya pada dasarnya sama,
namun fungsinya dapat berlainan. Lawan homolog adalah analog. Analog adalah
alat-alat yang fungsinya sama tetapi asal filogenetik, perkembangan embrional,
dan strukturnya berbeda.
3. Studi Komperatif mengenai Perkembangan Embrio
Perkembangan embrio berbagai jenis hewan vertebrata
menunjukkan adanya hubungan kekerabatan antara satu dengan yang lainnya.
Ikan salamander reptilia ayam kelinci manusia
Darwin mengutarakan kepentingan bukti-bukti embriologi
untuk evolusi, adanya persamaan perkembangan pada semua golongan vertebrata
seperti gambar diatas menunjukkan adanya hubungan kekrabatan, yaitu semakin
banyak persamaan maka semakin dekat hubungan kekerabatannya dan semakin sedikit
persamaannya maka semakin jauh hubungan kekerabatannya.
•
MEKANISME UNTUK MELAKUKAN ISOLASI PRODUKTIF PADA ORGANISME
Isolasi
reproduktif dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Isolasi Prazigot
Isolasi yang menyebabkan dua spesies tidak dapat kawin.
Berdasarkan penyebabnya di bedakan menjadi 5 yaitu:
a.
Isolasi temporal
Disebabkan kkarena perbedaan
masa kawinatau kematangan gamet terjadi pada saat yang berbeda.
b.
Isolasi ekologi
Disebabkan karena 2 spesies
yang berkerabat dekat terdapat di daerah geografi yang sama, namun habitatnya
berbeda.
c.
Isolasi perilaku
Menghalangi fertilisasi karena
adanya perilaku tertentu atau ritual yang berbeda-beda, sebelum terjadi
perkawinan.
d.
Isolasi mekanik
Akibat struktur kelamin yang
berbeda. Perbedaan morfologi atau anatomi membuat dua spesies yang berbeda
tidak dapat kawin.
e.
Isolasi gamet
Menghalangi terbentuknya zigot
akibat susunan kimiawidan molekul yang berbeda antara 2 gamet.
2. Isolasi Postzigot
Terjadi jika isolasi prazigot gagal. Isolasi ini
menghalangi berkembangnya zigotdan akan menjadi organisme mandul. Macam-macam
isolasi postzigot:
a.
Hibrid
Embrio yang terbentuk dari dua
spesies akan gugur. Disebabkan karena gen-gen dari kedua induk yang berbeda,
tidak apat bekerja sama mendorong mekanisme membentuk embrio normal.
b.
Hibrid mandul
Terjadi jika induk memiliki
jumlah kromosom yang berbeda.
c.
Hibrid pecah
Kadang hibrid berkembang menjadi subur dan dapat
menghasilkan generasi F2 dari persilangan antara 2 hibrid atau dua hibrid
dengan galur induk. Fillial 2 yang dihasilkan ini disebut hibrid pecah.