Selasa, 18 Desember 2012

Teori-Teori Evolusi


EVOLUSI

D
I
 S
U
S
U
N

Oleh :
Resa Oktaviana         : 1211050206
Jurusan/Semester      : Tadris Matematika/I
Kelas                           : D

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) RADEN INTAN
LAMPUNG
2012 / 2013

PENGERTIAN EVOLUSI
Evolusi adalah proses perubahan pada seluruh bentuk kehidupan dari satu generasi ke generasi selanjutnya, secara bertahap dalam waktu yang lama akibat seleksi alam pada variasi gen dalam suatu individu spesies yang menghasilkan perkembangan spesies baru.
 Pada setiap generasi, organisme mewarisi sifat-sifat yang dimiliki oleh orang tuanya melalui gen. Perubahan (yang disebut mutasi) pada gen ini akan menghasilkan sifat baru pada keturunan suatu organisme. Pada populasi suatu organisme, beberapa sifat akan menjadi lebih umum, manakala yang lainnya akan menghilang.
Sifat-sifat yang membantu keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme akan lebih berkemungkinan berakumulasi dalam suatu populasi daripada sifat-sifat yang tidak menguntungkan. Proses ini disebut sebagai seleksi alam. Menghasilkan jumlah keturunan yang lebih banyak daripada jumlah orang tua beserta keterwarisan sifat-sifat ini merupakan fakta tambahan mengenai kehidupan yang mendukung dasar-dasar ilmiah seleksi alam.
Segala makhluk hidup yang sekarang ditemukan adalah hasil perkembangan berangsur-agsur pada masa silam. Di dunia ini bangyak sekali beragam hewan dan tumbuh-tumbuhan yang diperkirakan ada dua juta spesies. Keadaan tersebut mendorong para ahli biologi berusaha mengetahui penyebab terjadinya keanekaragaman spesies tersebut.
Para ahli sudah mencoba mengemukakan pendapatnya tentang alam, misalnya sebagai berikut:
1.      Erasmus Darwin, dengan bukunya Zoomonia, yang intinya menyatakan kehidupan itu berawal dari asal mula yang sama dan bahwa respon fungsional akan diwariskan pada turunannya.
2.      Thomas Robert Malthus, dengan bukunya Essay on the Principle of Population as it Affect the Future Improvemen of Man Kind, yang intinya menyatakan tidak adanya keseimbangan antara penduduk dan bahan makanan. Selanjutnya munculah kata-kata yang digunakan oleh Darwin yaitu perjuangan hidup.
3.      Charles Leyl, dalam bukunya Principle of Geologi, menyatakan bahwa bumi mengalami perubahan terus-menerus yang mengilhami adanya variasi pengaruh alam.
4.      George Cuvier (1769-1832), menyatakan bahwa pada setiap masa diciptakan makhluk hidup yang berbeda. Teori ini disebut juga katastropisme.
Setelah itu bermunculan pendapat dari para ahli biologi lain. Para ahli biologi menyatakan bahwa makhluk hidup senantiasa mengalami perubahan secara berangsur-angsur dalam waktu yang sangat lama. Perubahan-perubahan itu mengakibatkan munculnya sifat-sifat baru, sifat-sifat baru ini pada mulanya hanya menunjukkan penyimpangan sedikit saja dari sifat-sifat yang dimiliki oleh moyangnya. Tetapi kemudian pada generasi selanjutnya penyimpangan itu semakin banyak sehingga timbullah spesies baru.
 • Teori Adaptasi oleh Jean Baptiste de Lamarck

Description: http://lh4.ggpht.com/_wYv4UjyptOQ/TQ7Yt4vOcqI/AAAAAAAABJQ/BmzMqKXAaUs/image431.png
Lamarck melakukan pengamatan terhadap fenomena di alam. Lamarck berpendapat  bahwa perubahan yang terjadi pada organ hewan disebabkan karena beradaptasi dengan perubahan di alam. Lamarck menerangkan mekanisme perubahan tersebut dalam hukumnya yaitu “digunakan dan tidak digunakan”. Artinya akibat ada perubahan lingkungan, maka ada organ yang sering digunakan dan ada yang tidak. Organ yang sering digunakan akan berkembang dengan baik, sedangkan yang tidak akan mengalami atrofi atgau penyusutan. Lamarck memberikan contoh pada kasus ini pada leher yang panjang pada jerapah.

PERBEDAAN EVOLUSI MENURUT LAMARCK DAN DARWIN
                                                                                                                   Description: http://biosejati.files.wordpress.com/2011/09/image_thumb6.png?w=423&h=262

LAMARCK
DARWIN
Moyang jerapah mungkin berleher pendek
Panjang leher jerapah bervariasi ada yang pendek dan ada yang panjang.

Jerapah-jerapah ini selalu berusaha mencapai dedaunan yag tinggi sehingga lehernya sering kali “tertarik” kearah memanjang.

Yang berleher pendek mati hanya yang berleher panjang saja yang menghasilkan keturunan baru.
Akhirnya keturunan berikutnya, leher jerapah lebih panjang dari moyangnya.
Hanya jerapah yang berleher panjang sajalah yang mempunyai kelangsungan hidup.

Kesimpulan :
Perubahan yang terjadi pada makhluk hidup disebabkan oleh pengaruh lingkungan.

Kesimpulan:
Evolusi terjadi karena adanya seleksi alam.
               

Perkembangan ilmu pengetahuan telah mengubah kedudukan ajaran evolusi. Pada mulanya ajaran ini merupakan hipotesis saja, tetapi setelah adanya penemuan-penemuan yang dapat membuktikan ajaran tersebut, evolusi tidak dianggap lagi sebagai hipotesis.
 • Evolusi Menurut Darwin
Pengatahuan evolusi telah berkembang menjadi suatu cabang ilmu sendiri. Tokoh evolusi yang pertama yang pendapatnya tentang evolusi diterima oleh dunia ilmu pengetahuan adalah Charles Robert Darwin.
Pendapat Darwin tentang evolusi ditulis dalam karyanya yang berjudul On the origin of species by means of natural selection (Terbentuknya species baru karena adanya seleksi alam) diterbitkan tanggal 24 November 1859. Setelah beliau mengadakan ekpedisi keliling dunia bersama Henslow dengan menggunaka kapal HMS Beagle.
Dua teori pokok yang termaktub dalam buku tersebut adalah:
1.      Bahwa spesies yang hidup sekarang ini berasal dari spesies yang hidup di masa lalu.
2.      Bahwa evolusi terjadi melalui seleksi alam (alam mengadakan seleksi terhadap individu-individu yang hidup di dalamnya. Hanya individu-individu yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang dapat hidup terus, sedangkan yang tidak dapat menyesuaikan diri akan musnah). Konsep ini di kenal dengan survival of the fitest.
 • Sejarah Penelitian Charles Darwin
Charles Darwin lahir pada tahun1805. Pada mulanya dia adalah mahasiswa kedokteran di Universitas Cambridge, lalu pindah ke jurusan Biologi. Pada usia 22 tahun Darwin menjadi naturalis yang kemudian melakukan ekpedisi dengan kapal HMS Beagle selama 5 tahun. Selama berlayar, Darwin mengumpulkan fosil dan batu-batuan. Ekspedisi Darwin ke Kepulauan Galapagos, Darwin berangkat pada tanggal 27 Desember 1831 dari pelabuhan Plymouth (Inggris) dan tiba di kepulauan Galapagos (bahasa Spanyol yang berarti kura-kura) pada akhir tahun 1835. Faunanya:
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/97/Darwin%27s_finches.jpeg
-          Kura-kura raksasa (beratnya ± 250 kg) umurnya sampai 250 tahun. Kedua jenis kura-kura memiliki sedikit perbedaan morfologi yang disebabkan karena perbedaan habitat.
-          Burung Finch, ada 14 species yang berbeda-beda bentuk tubuh dan ukuran paruhnya. Perbedaan dari bentuk paruh disebabkan karena jenis makanannya yang berbeda. Darwin yakin bahwa burung Finch tersebut berkerabat dekat. Menurut Darwin ke 14 spesies tersebut berasal dari satu spesies burung Finch dari Amerika Selatan yang berimigrasi ke Galapagos.
Ke 14 spesies tersebut dibagi dalam 2 famili:
1.      Geozpizinae
2.      Camarhynchus

Perbedaan antara burung Finch itunmerupakan masalah biologi, mungkin ada hubungan antara masalah biologi dengan masalah geologi. Dari sini, pemikiran Darwin mengenai adanya variasi mulai berkembang.
Darwin juga mempelajari flora dan fauna di Amerika Selatan Pulau-pulau Galapagos. Tujuan pelayaran itu sebenarnya untuk meneliti kelimpahan flora dan fauna di berbagai tempat.
Ajaran Darwin tentang evolusi didasarkan atas pokok-pokok pemikiran berikut:
1.      Tidak ada dua individu yang sama.
2.      Setiap populasi cenderung untuk bertambah banyak. Hal ini mudah sekali dipahami karena setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan berkembang biak.
3.      Untuk berkembang biak perlu adanya makanan dan ruangan yang cukup.
4.      Kenyataan menunjukkan bahwa bertambahnya populasi tidak berlangsung terus menerus. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan populasi bukan tak terbatas.
Darwin berpendapat bahwa setiap individu harus berjuang untuk mendapatkan unsur-unsur yang diperlukan untung kelangsungan hidupnya (strugle for life). Sedangkan unsur-unsur tersebut harus diperoleh melalui suatu persaingan. Uraian tentang evolusi yang berpijak pada teori Darwin tidak lepas dari kenyataan-kenyataan berikut:
1.      Adanya variasi antar individu dalam satu keturunan.
2.      Adanya kecendrungan bertambah besarnya populasi.
3.      Adanya perjungan spesies untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
4.      Adanya kenyataan bahwa individu yang berbeda akan melahirkan keturunan yang berbeda, dan hanya individu-individu yang mempunyai sifat-sifat yang sesuai dengan lingkungannya saja yang dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya (adanya seleksi alam).
Darwin juga mengetahui sebelumnya bahwa persilangan buatan dapat menghasilkan spesies baru misalnya persilangan pada ayam jago.
Darwin menduga bahwa proses yang sama dengan seleksi buatan ini juga terjadi di alam sehingga menghasilkan spesies-spesies baru.
Fakta yang menjadi dasar  Teori Seleksi Alam Darwin yang dikenal sebagai prinsip-prisip seleksi alam Darwin adalah :
1.      Fertilitas makhluk hidup yang tinggi
Oleh karena tingkat kesuburan makhluk hidup yang tinggi, maka apabila tidak ada  hambatan atas perkembangbiakan suatu spesies dalam waktu yang singkat seluruh dunia tidak akan mampu menampungnya.

2.      Jumlah individu secara keseluruhan yang hampir tidak berubah
Sekalipun tingkat kesuburan tinggi namun pada kenyataannya jumlah individu tidak melonjak tanpa terkendali. Nampaknya ada faktor lain yang membatasi dan mengatur pertambahan jumlah individu seuatu spesies di satu tempat. Faktor-faktor pembatas dan yang mengatur jumlah individu itulah yang menyebabkan individu-individu yang berhasil tetap hidup tidak banyak jumlahnya sekalipun banyak individu turunan yang dihasilkan tetapi banyak juga yang mati.

3.      Perjuangan untuk hidup
Supaya dapat tetap hidup setiap makhluk hidup harus “berjuang” baik secara aktif maupun pasif. Pada umumnya perjuangan untuk hidup terjadi karena adanya Persaingan, baik antar individu sespesies ataupun yang berlainan spesies; Pemangsaan, termasuk juga parasitisme; Perjuangan terhadap alam lingkungan yang tidak hidup seperti iklim, dsb.


4.      Keanekaragaman dan hereditas
Makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan sangat beraneka ragam. Keanekaragaman tersebut antara lain berkenaan dengan struktur, tingkah laku, maupun aktifitas. Keanekaragaman terlihat mulai dari tingkat antarfilum/antar divisi, antarklas sampai dengan antar individu se spesies bahkan antar individu seketurunan. Tidak sedikit ciri yang menyebabkan keaneragaman tersebut diturunkan kepada generasi keturunannya, artinya dari generasi ke generasi selalu terdapat keanekaragaman bahkan karena berbagai sebab keanekaragaman tersebut bertambah luas. Adanya keanekaragaman itulah yang menyebabkan keberhasilan “perjuangan untuk hidup” tidak sama antar satu individu dengan individu lainnya.

5.      Seleksi alam
Kenyataan terdapatnya keberhasilan “perjuangan untuk hidup” yang tidak sama antar individu disebabkan ada individu yang lebih sesuai karena memiliki ciri-ciri yang lebih sesuai dari yang lainnya. Individu yang lebih sesuai inilah yang lebih berhasil dalam “perjuangan untuk hidup”. Individu yang lebih berhasil inilah yang mempunyai peluang lebih besar untuk melanjutkan keturunan dan sekaligus mewariskan ciri-cirinya pada generasi turunannya. Sebaliknya individu yang kurang berhasil lama kelamaan akan tersisih dari generasi ke generasi.

6.      Lingkungan yang terus berubah
Dalam situasi lingkungan yang terus mengalami perubahan, makhluk hidup harus terus menerus mengadakan penyesuaian melalui “perjuangan untuk hidup” yang tiada hentinya.Artinya peristiwa seleksi alam berlangsung tiada hentinya dan sebagai akibatnya pada generasi tertentu akan muncul individu yang memiliki ciri-ciri yang semakin adaptif serta spesifik bagi situasi lingkungan yang melingkupi.

Makna utama wawasan Darwin dalam teori ini adalah peristiwa seleksi alam adalah sebab utama terjadinya evolusi.

a.      Darwin Mengadakan Studi tentang Geologi
Buku Geologi yang di baca Darwin adalah Principle of Geology yang di karang oleh Charles Lyell. Menurut pendapat Lyell adalah bahwa batuan bumi selalu mengalami perubahan. Kesimpulan Darwin:
-          Deretan fosil-fosil di batuan muda berbeda jika dibandingkan dengan fosil dari batuan yang lebih tua.
-          Perbedaan ini disebabkan oleh perubahan perlahan-lahan.

b.      Darwin Mengadakan Studi Tentang Ekonomi
Buku ekonomi yang di baca Darwin adalan An Easy on the Principle of Population, yang ditulis oleh Thomas Robert Maltus. Menurut Maltus terdapat kecenderungan kenaikan jumlah penduduk yang lebih cepat dari pada kenaikan produksi makanan, sehingga timbul masalah terhadap bahaya kelaparan.
c.       Teori Evolusi yang sepadan dengan Teori Darwin (Hipotesis Darwin)
Alfred Russel Wallace (1823-1913) seorag naturalis kenamaan dari Inggris, juga mengembangkan teori evolusi yang serupa dengan teori evolusi Darwin, tetapi Darwinlah yang diakui sebagai pencetus teori evolusi, karena seluruh gagasan evolusinya dimuat dalam karangan yang berjudul On the Origin of the Species by Means of Natural Selection dengan data-data dan argumentasi yang mendukung hipotesisnya.
d.      Teori Evolusi Darwin dan Genetika
August Weismann membuat eksperimen dengan memotong ekor setiap generasi tikus sampai dengan generasi ke 20. Ternyata semua tikus-tikus dari generasi ke 21 tetap mempunyai ekor. Kesimpulan Weismann:
-          Evolusi menyangkut masalah bagaimana diwariskannya gen-gen melalui sel-sel gamet.
-          Peristiwa evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetik.

 • Macam-macam Seleksi Alam
Di alam ini terjadi 3 macam seleksi, yaitu seleksi terarah, seleksi stabilisasi, dan seleksi disruktif.
1.      Seleksi terarah
-          Jika kondisi lingkungan berubah, terjadi tekanan seleksi pada usatu jenis yang menyebabkan spesies tersebut beradaptasi pada kondisi baru. Di dalam populasi, akan ada range (rentang) individu yang berdasarkan dengan salah satu karakter.

2.      Seleksi stabilisasi
-          Seleksi ini terjadi pada semua populasi dan cenderung memperkecil keekstrima(penonjolan) di dalam kelompok. Dalam hal ini, hal tersebut mengurangi kemampuan menghasilkan variasi dalam suatu populasi, dengan demikian mengurangi pula kesempati mengalami perubahan evolusi.

3.      Seleksi disruktif
-          Meskipun jenis seleksi ini kurang umum, namun bentuk seleksi inipenting dalam pencapaian perubahan evolusi. Seleksi disruktif dapat terjadi jika faktor-faktor lingkungan mengambil sejumlah bentuk yang terpisah.

• BUKTI-BUKTI EVOLUSI
Jika evolusi nyata, maka jenis-jenis makhluk hidup benar-benar hasil perkembangan sejak masa lampau, maka harus ada bukti-buktinya. Bukti-buktinya berupa fosil, homologi, dan embriologi perbandingan.
1.      Fosil
Fosil merupakan bukti adanya kehidupan di masa lampau, demikia pendapat Leonardo Da Vinci ilmuan Italia, pada tahun 1452-1519. Fosil berasal dari kata fodere yang berarti menggali. Fosil adalah sisa-sisa hewan atau tumbuha dari zaman purba yang telah membatu (jejak-jejak yang tersimpan dalam batuan). Proses pembatuan ini terjadi karena bahan organik secara bertahap di gantikan oleh bermacam-macam mineral.
a.       Fosil Archaeopteryxs
b.      Fosil lalat pada batu amber
c.       Fosil paku purba
d.      Fosil jejak dinosaurus
            Fosil yang lain adalah segala jejak, misalnya sebatang daun yang jatuh ke tanah lembek, lantas tertutup oleh lapisan lain kemudian dasarnya membatu, lalu zat organik terlarut oleh air dan tinggal jejak (cetakan) dari bentuknya saja. Seandainya rongga jejak ini diisi dengan mineral lagi maka terdapat semacam penulangan.
Penemuan fosil hanya secara kebetulan saja, dan jarang sekali di temuka fosil yang utuh keseluruhannya. Hal demikian mudah kita pahami karena banyak faktor yang menyebabka hancurnya tubuh organisme yang telah mati, misalnya karena berikut ini:
1.      Proses lipatan batuan bumi.
2.      Pengaruh angin.
3.      Air.
4.      Bakteri pengurai.
5.      Hewan pemakan bangkai.
Ilmu yang mempelajari tentag fosil adalah Paleontologi (Palaeos = tua). Meurut kajian ilmu bumi, kulit bumi memiliki struktur berlapis-lapis dan pada setiap lapisan kulit bumi mempunyai umur yang berbeda-beda. Pada umumnya lapisan batuan-batuan bumi yang lebih tua letaknya lebih dalam dari pada lapisan bumi yang lenih muda, tetapi karena pengaruh endogen dan eksogen memungkinkan terjai susunan yang sebaliknya.
Dari berbagai lapisan batuan tersebut secara kebetulan ditemukan adanya fosil yang menunjukkan adanya perubahan struktur tubuh secara berangsur-angsur.
Dengan membandingkan struktur tubuh hewan yang menjadi fosil dengan hewan yang sekarang, dapat di ambil kesimpulan keadaan lingkungan pada masa lampau berbeda dengan masa sekarang, Adanya fosil juga menunjukkan kemiripan dengan organisme yang ada sekarang ini.
1.      Fosil Trilobita mirip dengan kepiting tapal kuda
2.      Fosil Mastodon mirip dengan gajah.
3.      Fosil Archaeoptheryx mirip dengan burung
Jadi, fosil-fosil yang ditemukan pada setiap lapisan batuan bumi menggambarkan catatan sejarah perkembangan makhluk hidup yang dapat menjadi petunjuk tentang adanya evolusi. Sebagai contoh fosil yang paling dikenal tentang adanya perubahan-perubahan bentuk dari masa ke masa adalah fosil kuda, hal ini disebabkan karena fosil-fosilnya ditemuksn secara lengkap pada setiap zaman geologi.












a.    Penemuan Fosil Kuda
Hasil rekonstruksi penemuan fosil kuda oleh Marsh dan Osborn pada evolusi kuda sangat baik dan jelas sekali arah umum perkembangannya. Perubahan yang terjadi dari Eohippus hingga Eqqus adalah sebagai berikut.
Description: http://biologiklaten.files.wordpress.com/2012/01/evolusi_kuda.jpg
Pada zaman Eosin, genus yang tertua adalah Hyracotherium (hyrax = tikus dan therion = binatang), yang hidup di Amerika Serikat dan Eropa. Yang dari Amerika dibedakan sebagai Eohippus (Eos = bintang kejora dan hippus = kuda).
Ciri-ciri Hyracotherium adalah berikut ini:
1.      Tubuh sebesar rubah.
2.      Kaki depan berjari 4, kaki belakang berjari 3.
3.      Molar (geraham) bermahkota rendah tanpa gerigi.


Kemudian fosil selanjutnya adalah Mesohippus, yang diperkirakan berasal dari zaman Oligosen. Ciri-ciri Mesohippus adalah berikut ini:
1.      Jari ke 4 pada kaki depan hilang (berjari tiga).
2.      Ukuran badan bertambah.
3.      Gigi geraham depan menyerupai geraham belakang.
Pada zaman Miosen, genus kuda berjari tiga ini bertambah banyak di Amerika Utara dan Eurasia. Setelah Mesohippus, adalah Meryhippus yang berasal dari zaman Miosen. Cirinya-cirinya adalah sebagai berikut:
1.      Kedua tungkainya bertaut menjadi satu.
2.      Mahkota geraham sudah agak tinggi dan bergerigi. Hal itu disebabkan karena gigi sudah menyesuaikan diri untuk makan rumput.
3.      Ukuran tubuh bertambah.
Setelah itu, ditemukan juga fosil Pliohippus yang diperkirakan berasal zaman Pliosen. Ciri-ciri kuda ini adalah berikut ini:
1.      Ukuran tubuh bertambah besar.
2.      Jari hanya satu dan membesar.
3.      Mahkota geraham lebih tinggi dan gerigi makin kompleks.
No
Tubuh
Perubahan-perubahan
1
Ukuran tubuh
Sebesar anjing herder sampai kuda sekarang.

2
Kepala
Semakin besar, jarak ujung mulut dengan ujung mata menjadi panjang.

3
Leher
Tambah panjang, gerakan makin lincah.

4
Geraham muka dan belakang
Bertambah besar, semakin sesuai untuk mengunyah rerumputan.

5
Anggota tubuh
Bertambah panjang, lari cepat, rotasi tubuh makin berkurang.

6
Jari-jari kaki
Pada mulanya berjumlah lima, sekarang menjadi satu. Bentuk bertambah panjang ditutup kuku jari dan jari kedua serta keempat masih terdapat sebagai organ sisa dan tidak berfungsi lagi (rudi meter).

Perubahan utama yang terjadi pada evolusi kuda ini disebabkan oleh perubahan pada lingkungan, misalnya:
1.      Perubahan pada jumlah jari dan membesarnya jari disebabkan karena menyesuaikan diri pada tempat berpijaknya yang mulanya hutan berawa menjadi padang rumput.
2.      Perubahan geraham menjadi tinggi dan bergerigi disebabkan karena menyesuaikan diri dengan jenis makanannya yang semulanya buah-buahan lunak menjadi rumput yang mengandung silika.
3.      Leher berubah menjadi panjang dan gerakan makin lincah karena menyesuaikan diri untuk memperluas jangkauan pandang terhadap predator di padang rumput dan dapat menengok kesegala arah.

b.      Evolusi Fosil Manusia
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/49/Ape_skeletons.png/320px-Ape_skeletons.pngDescription: Primate skull series.png
1.    Australopithecus afarensis (Lucy)
Fosil ini ditemukan di Ethiopia pada tahun 1974 oleh Johanson merupaka hominid berukuran kecil, cirinya sebagai berikut:
1.      Tinggi kira-kira 3 kaki (1,5 m).
2.      Wajahnya mengarah kemuka, tulang tengkorak seperti kera, dan volume otak kecil yaitu 450-500 cc.
3.      Gigi masih primitif dan memiliki 2 gigi taring yang panjang.

2.    Australopithecus africanus
Ditemukan di Afrika Selatan tahun 1829 oleh Raymond Dart. Ciri-cirinya:
1.      Ukuran tubuh agak kecil.
2.      Berjalan tegak.
3.      Tangan dan susunan gigi berbeda dengan manusia.
4.      Memakan tumbuha dan hewan.

3.    Homo Habilis
Ditemukan di sejumlah daerah di Afrika. Ciri-cirinya:
1.      Volume otak rata-rata 650 cc.
2.      Sudah dapat membuat peralatan dari batu untuk memotong dan menumbuk.

4.    Homo Erectus
Ditemukan di Afrika, Asia, dan Eropa. Homo erectus ini berasal dari Afrika yang kemudian ada yang berimigrasi ke Eropa dan Asia. Hal ini disebabkan oleh suatu bukti ditemukan fosi homo erectus di Afrika yang tertua yang berusia 1,5 dan 1,6 juta tahun, sedangkan yang ditemukan di Asia dan Eropa berusia 200.000 tahun. Ciri-cirinya yaitu:
1.      Volume otak 850-1200 cc.
2.      Ukuran tubuh lebih tinggi dari homo habilis.
3.      Berjalan dengan dua kaki (bipedal).
4.      Berdiri tegak.
5.      Lubang mata dalam dan muka menonjol keluar.
6.      Sudah dapat membuat peralatan dari batu yang lebih maju.
7.      Sudah memakai baju, membuat api, embuat pondok ataupun hidup di goa.

5.    Homo sapiens
Ditemukan di Lembah Neander Jerman (termasuk dalam salah satu kelompok homo sapiens tertua. Ciri-cirinya:
1.      Bentuk tubuh pendek dan kuat.
2.      Volume otak sedikit lebih besar dari pada homo erectus.
3.      Wajahnya menonjol.
Manusia Neanderthal sudah mampu membuat peralatan dengan sempurna dibanding homo erectus. Cara mencari maka adalah dengan berburu. Mereka sudah memiliki hubungan sosial yang tinggi, melakukan upacara ritual atau kepercayaan. Mayat orang yang meninggal akan dibakar.
6.    Homo sapiens modern
Diduga pernah hidup di Prancis dan Spanyol, dan disebut manusia Cro-Magnon. Senjata dan peralatan manusia ini lebih rumit dan kadang dibuat dari bahan selain batu. Misalnya, tulang, gading, dan kayu. Mereka juga mulai mengembangkan seni terbukti denga ditemukannya lukisan-lukisan di gua, seni patung, dan seni pahat.
2.      Homologi
Homologi adalah alat/organ tubuh yang asal filogenetiknya serta struktur dalamnya pada dasarnya sama, namun fungsinya dapat berlainan. Lawan homolog adalah analog. Analog adalah alat-alat yang fungsinya sama tetapi asal filogenetik, perkembangan embrional, dan strukturnya berbeda.
3.      Studi Komperatif mengenai Perkembangan Embrio
Perkembangan embrio berbagai jenis hewan vertebrata menunjukkan adanya hubungan kekerabatan antara satu dengan yang lainnya.
Description: http://budisma.web.id/wp-content/uploads/2011/09/Gambar-7.10-Perbandingan-berbagai-macam-embrio-vertebrata.jpg
      Ikan        salamander          reptilia              ayam              kelinci         manusia

Darwin mengutarakan kepentingan bukti-bukti embriologi untuk evolusi, adanya persamaan perkembangan pada semua golongan vertebrata seperti gambar diatas menunjukkan adanya hubungan kekrabatan, yaitu semakin banyak persamaan maka semakin dekat hubungan kekerabatannya dan semakin sedikit persamaannya maka semakin jauh hubungan kekerabatannya.

•      MEKANISME UNTUK MELAKUKAN ISOLASI PRODUKTIF           PADA ORGANISME
Isolasi reproduktif dibagi menjadi dua, yaitu:
1.      Isolasi Prazigot
Isolasi yang menyebabkan dua spesies tidak dapat kawin. Berdasarkan penyebabnya di bedakan menjadi 5 yaitu:
a.       Isolasi temporal
Disebabkan kkarena perbedaan masa kawinatau kematangan gamet terjadi pada saat yang berbeda.
b.      Isolasi ekologi
Disebabkan karena 2 spesies yang berkerabat dekat terdapat di daerah geografi yang sama, namun habitatnya berbeda.
c.       Isolasi perilaku
Menghalangi fertilisasi karena adanya perilaku tertentu atau ritual yang berbeda-beda, sebelum terjadi perkawinan.
d.      Isolasi mekanik
Akibat struktur kelamin yang berbeda. Perbedaan morfologi atau anatomi membuat dua spesies yang berbeda tidak dapat kawin.
e.       Isolasi gamet
Menghalangi terbentuknya zigot akibat susunan kimiawidan molekul yang berbeda antara 2 gamet.

2.      Isolasi Postzigot
Terjadi jika isolasi prazigot gagal. Isolasi ini menghalangi berkembangnya zigotdan akan menjadi organisme mandul. Macam-macam isolasi postzigot:
a.       Hibrid
Embrio yang terbentuk dari dua spesies akan gugur. Disebabkan karena gen-gen dari kedua induk yang berbeda, tidak apat bekerja sama mendorong mekanisme membentuk embrio normal.
b.      Hibrid mandul
Terjadi jika induk memiliki jumlah kromosom yang berbeda.

c.       Hibrid pecah
Kadang hibrid berkembang menjadi subur dan dapat menghasilkan generasi F2 dari persilangan antara 2 hibrid atau dua hibrid dengan galur induk. Fillial 2 yang dihasilkan ini disebut hibrid pecah.

1 komentar:

  1. Casino City, Atlantic City - DRMCD
    Find your nearest 광양 출장안마 casino in Atlantic 경상남도 출장샵 City, NJ. It has no reviews and 경기도 출장샵 our current status 울산광역 출장마사지 is 안산 출장마사지 no longer valid. Casino City Casino Atlantic City has 20 live

    BalasHapus